papertofilm.com – Kontroversi meliputi pertunjukan stand-up komedi “Mens Rea” yang dibawakan oleh komika Pandji Pragiwaksono, yang tayang di platform Over-The-Top (OTT) besar. Dikenal sebagai pertunjukan spesial ke-10 Pandji, acara ini dilaksanakan di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025 dan berhasil menarik perhatian lebih dari 10.000 penonton.
Namun, di balik kesuksesannya, “Mens Rea” justru menimbulkan masalah hukum bagi Pandji. Pada 8 Januari 2026, Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya. Mereka menuduhnya melakukan penghasutan dan penistaan agama, mengklaim bahwa materi komedi tersebut bisa menimbulkan kegaduhan serta memecah belah persatuan bangsa.
Rizky Abdul Rahman Wahid, Presidiun Angkatan Muda NU yang menjadi pelapor, menyatakan bahwa isi materi komedi Pandji berpotensi menimbulkan keresahan, terutama di kalangan anak muda Nahdliyin dan Muda Muhammadiyah. Kontroversi ini muncul tepat ketika situasi politik di Indonesia sedang tegang akibat demonstrasi di Gedung DPR, yang menolak kebijakan pemerintah.
Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, “Mens Rea” tetap berhasil memikat banyak penonton. Tiket dijual dengan harga mulai dari Rp550.000 hingga Rp1,7 juta, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat. Pertunjukan ini menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, namun tetap menyisakan pertanyaan penting mengenai batasan kebebasan berpendapat dan tanggung jawab sosial seorang komika dalam menyampaikan kritik.